Where Are You… Now?

“Pa, nanti kalau aku udah besar, aku mau jadi Guru ya Pa.”

“Iya sayang…”

—–

Yang aku ingat waktu TK, aku punya cita-cita. Siapapun yang tanya cita-citaku pasti jawabanku ingin jadi Guru. Guru itu pekerjaan yang paling mulia. Tapi bukan karena alasan itu. Menurut aku, guru itu selalu cantik, ayu dan ramah. Memakai high heels, rambut rapi, kemeja licin, rok pensil dan make-up yang natural dengan bibir merah. Lalu berjalan di lantai sekolah, “tuk tuk tuk tuk” dengan suara sepatu yang menggema ke seluruh lorong kelas.

Lalu dengan tangannya yang gemulai, dia akan menulis di papan tulis dengan tulisan yang seperti cetakan mesin ketik. Dan mengambil penggaris panjang, menunjuk ke papan tulis dan mulai mengeja topik hari itu.

Dan anak-anak akan terdiam dan berusaha memperhatikan. Lalu mereka akan bertanya “Apa itu Ibu Guru?” Disitulah aku akan menjawab pertanyaan pertama mereka. Bukan orang tua mereka, bukan teman mereka, bukan juga buku-buku mereka tenteng berat-berat ke sekolah. Tapi aku yang menjawab. Dan aku akan tersenyum puas menikmati masa itu, aku yakin.

Pernah aku sempat mengajarkan anak tetangga yang masih berumur 3 tahun untuk membaca. Waktu itu, saat masuk TK aku sudah pintar membaca. Dan aku pun mengajarkan “ilmu” yang aku punya kepada tetanggaku itu. Panggil aku norak, saat “kelas” mulai, aku sudah siap dengan sepatu high heels milik mamaku. Dan aku mulai mengajarkannya, dengan singlet dan kolor putih.

Tapi ternyata dia gak bisa baca. Berulang kali aku mencoba mengeja untuknya, dia gak ngerti. Huruf saja dia tidak tahu. Apalagi menulis namanya. Aku sebal, aku cubit lengannya. Sangat keras. Sampai ibu nya tidak mengijinkan aku bermain dengannya lagi.

Setelah itu, aku mulai mengajarkan boneka-boneka ku untuk membaca. Mereka ternyata lebih pintar dari tetanggaku itu. Mereka lebih mendengar. Tidak ada pertanyaan-pertanyaan sulit, dan selalu mengerjakan PR.

Ya, Sangat indah menjalani cita-cita. Dulu, mimpi ku pun penuh dengan cita-cita menjadi guru. Seiring usiaku bertambah. Cita-citaku tak pernah berubah. Yang aku tahu hanya ingin menjadi Guru.

——–

“Apa cita-citamu sekarang?”

“Gak ada lagi, Pa.”

Karena aku sempat berhenti.  Mencoba melihat ke belakang. Mencari arti hidup. Tapi tetap tidak tahu mau kemana.

Rainbows, sky and stars

Simple, stupid and innocent

I used to believe everything is easy

But it never was, neither will

So all  I know is one thing

When my mom said “I love you” with a glass of milk

and my dad hug me till I felt asleep while I’m on my uniform

everything will be fine… 

Advertisements

4 thoughts on “Where Are You… Now?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s