Hujan ☂

Sebut saja kita. Yang mencoba menghitung rinai-rinai yang turun dari atap halte bis. Kamu memandangku. Dan aku berpura-pura melirik jam biru yang melingkar di pergelangan tanganku. Aku rasakan sentuhmu di ujung jariku. Ku coba menutup mata, mendengarkan nyanyianmu. Dan kamu masih tidak berhenti memandangku.

Aku beranikan diri, mencoba membalas tatapanmu. Lembut. Angin pun mencium pipiku meninggalkan bekas rona.

“Mau pulang atau berteduh dulu?” bisikmu.

“Pulang saja yuk!”

Kamu pun menggenggam tanganku. Tanpa ada celah, jemari kita menyatu. Kurasakan belaianmu. Basah. Aku melangkah pelan. Menyamarkan debar yang semakin kuat. Menyatukan air mata dengan rintikmu. Hari ini rintik kita seirama, Hujan.

– untuk yang pernah bernyanyi bersama hujan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s