Sang Mantan

Apa yang harus aku cerita tentang mantan? Banyak! Iya, banyak sekali. Kalau aku cerita satu-satu pasti kamu pikir aku hanya koleksi mantan. Tapi kalau aku cerita tentang satu orang, pasti kamu akan cemburu.

Jadi buat apa? Membongkar lagi kenangan lama yang sudah rapi terkubur di entah. Mencari lagi satu memory yang indah di antara sekian banyak memory yang mungkin tidak patut dibongkar lagi? Atau mencoba mengeja lagi namaku namamu seolah-olah kita adalah jodoh dari sejak lahir?

Aku tak begitu suka mengais kenangan
Menimbulkan asa
Bercerita tentang luka
Di antara indah yang samar
Aku juga tak ingin mencari tanggal lama
Mengusik waktu
Kembali ke malam tanpa lelap
Dan airmata yang sudah kering
atau kamu ingin
Membuka kado yang usang
Dan kembali menemukan debar lama
 

Kamu pasti tertawa, karena yang aku punya hanya luka. Aku juga punya cerita tentang hujan yang sempat menari dan menyanyikan lagu kita dengan rinainya. Dan pelangi yang menghiasi hari penuh makna. Atau senja yang sempat singgah di pipi merahku dengan cumbu mu.

Kita sempat mengukir jarak dengan untaian kata.

Memeluk malam dan mengusap rindu

Membisikkan syair-syair pujangga yang mengantar mimpi

Lalu meminta kepada waktu untuk berhenti di saat senyum kita menyatu

———–

“Kamu siapa?” batinku.

“Calon mantan pacarmu!” 

Andai saat itu yang bicara adalah hati, tidak akan seindah ini aku ukir namamu di sana.

Advertisements

2 thoughts on “Sang Mantan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s