My Bestfriend Q

Kepada sahabatku alm. Q,

Dear,

Apa kabar kamu? Apa kabaaaaar? Udah 13 tahun ya sejak kita terakhir ketemu. Maaf ya, aku tidak pernah tulis selembar surat untuk mu. Dan surat ini pun, entahlah mau ku kirim kemana.

Kemarin, tepat hari Selasa kemarin, aku ketemu dengan orang yang dulu kamu taksir! Yang dulu sempat kamu bilang ke teman-teman yang lain bahwa kamu suka dia! Aku sampai sekarang gak percaya kamu pernah suka sama dia!! Q, satu-satu nya cowok yang kamu suka, kenapa bisa dia siiih? Badannya item, kriting, cakep enggak, baik juga setengah-setengah, ramah sih bolehlah, tapi ramahnya kayaknya ada maksudnya deeeh. Haduuh, maaf ya Q, aku kesannya jelek-jelekkin dia banget di depan kamu. Tapi kalau ingat itu, bawaannya pengen ketawaaaa aja. Hahaha.

Btw, kamu jangan sedih dengar ini, cowok itu sekarang udah married Q. Anaknya udah satu, rumahnya sekarang di dekat rumah kamu dulu. Iya, rumah kamu yang no.100 itu loh, yang kelihatan pagarnya dari rumah aku. Badannya juga udah gak item lagi, udah tinggi, tegap gitu. Tapi tetap sih, kalau kamu sama dia juga aku gak setuju Q, gak ada yang lain apa??

Q, ingat gak dulu kita sering jalan berdua, dengan gaya kamu yang tomboy abiiiss! Trus aku jadi suka minta nemenin ke mana-mana sama kamu. Kamu orangnya protektif banget, kita berani-beranian naik angkot berdua ke kota, makan es teler, makan ayam goreng, sate, jagung bakar, jalan ke mall, ke pantai. Gara-gara kamu dengan gayamu, aku jadi gak digangguin cowok-cowok iseng lagi. Banyak yang pikir kamu tuh cowok loh. Dengan baju kamu yang gombrong gitu! Trus gak ketinggalan tuh topi H&R kesayangan kamu, warna biru. Padahal rambut kamu juga cepak, gak pernah panjang. Kalau udah lewat batas topi, langsung deh besoknya potong. Malah dulu sempat kepikiran botak ya?? Gila..Gila!

Tapi kata teman-teman, kamu berubah loh. Iya gitu?? Katanya sih sejak kamu masuk SMA, kamu udah pakai jilbab. Dan kabar yang terakhir aku dengar ya itu, kamu suka sama cowok item itu. Lalu kita sempat ketemu di friendster ya. Kamu kenapa sih dulu gak bisa online, kirim message atau testimonial atau apa lah. Aku dulu pengen banget nelpon kamu, tapi no hp kamu gak pernah kamu kasih. Kalau gak salah, baru sekali sih kita sapaan di friendster ya, tapi kamu gak pernah online lagi setelah itu. Kemana Q? Sibuk ya kuliah di sana? Padahal pengen banget nanya kabar kamu. Pengen nanya kenapa kamu kok bisa suka sama cowok item itu? Gimana dengan perasaan yang kamu pendam selama 2 tahun untuk cewek manis yang berambut keriting dengan dua lesung pipit itu?

Q, my best friend Q. Tsunami 2004 yang lalu mungkin memisahkan kamu dari aku, teman-teman, dan keluargamu. Tapi semua cerita kamu masih aku simpan, label ‘best friend’ masih ada untuk kamu. Aku bangga punya teman kayak kamu, Q. Kamu, dengan segudang kepelikan hidupmu.

Miss you dear.

Advertisements

2 thoughts on “My Bestfriend Q

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s