Dear Broken Night

Dear Night

Dear Malam Minggu,

Apa kabar kamu? Masihkah kamu ditemani dewi-dewi dengan dandanan bak cleopatra, penuh dengan wewangian dan bibir yang merah merekah? Atau ditidurkan oleh pujangga-pujanggamu dengan senandung malam dan dentingan gitar? Ah, mereka sangat memujamu ya, pasti berharap kamu datang dengan ribuan janji dan menitipkan setiap harapan di kerlap-kerlipnya bintang.

Maaf, aku sudah lupa akan kehadiranmu. Aku tidak pernah membencimu, tidak juga menunggu-nunggu akan dirimu. Kamu yang selalu hadir di para pujangga dan bunga-bunga malam yang bermekaran, tapi bagiku kamu sama seperti malam yang lain. Ini sudah kesekian kalinya aku melewatimu tanpa sapaan hangat, janji-janji yang indah ataupun sebuah bingkai kenangan.

Mungkin aku tidak akan melewati malam denganmu lagi, mungkin aku akan ditemani dengan segudang buku, sekotak coklat dan segelas ice cream. Ok, dua gelas ice cream! Aku tidak peduli betapa kamu yang begitu menghangatkan atau menggoda dengan sinar bulanmu. Aku tidak akan lagi terbuai.

Cukuplah. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku bukan membencimu, namun tidak lagi mencintaimu. Aku hanya wanita yang berkali-kali kecewa saat bersamamu.

Once yours,

x

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s