Mr. Meong

Dear Mr. Meong,

Ini aku balas, surat cinta pertamaku yang kamu kirimkan 15 tahun lalu, surat yang ditulis di atas kertas a4 yang sudah lecek penuh lipatan dan tulisan ‘cakar beruang’ mu. Menariknya, kamu menulis semuanya dengan pensil.

Aku bukan tidak suka dengan kamu.

Aku suka kamu. Tapi aku lebih menyukai temanmu. Teman yang dulu sering duduk di bangku belakang sebelah kiri ku dan entahlah, mungkin aku yang terlalu GR saat itu, aku merasa dia selalu diam-diam melihatku dari belakang. Dia juga orang pertama yang memberiku novel Lupus. Aku tidak pernah berhenti menyukainya, tidak pernah bisa.

Saat itu aku juga sedang sedih, memikirkan bahwa aku dalam 2 bulan akan pindah sekolah, malah pindah kota. Keciiil sekali kemungkinan untuk ketemu kamu dan teman-teman yang lain. Bahkan aku tak tau bagaimana caranya untuk hubungin kamu. Melalui telepon? Sudah pasti mahal. Email, ym, handphone, bbm, facebook dan skype, semuanya belum ada. Bagaimana aku bisa bertemu kamu lagi? Janji untuk kembali ke kota ini? Orang tua ku saja belum tentu bisa memenuhi janji itu.

Saat aku menerima surat yang kau ‘campakkan’ ke mejaku, iya, kamu membuang surat dengan amplop bunga-bunga itu ke mejaku lalu berlalu pergi, kupikir kamu bercanda. Aku membaca suratmu sambil tertawa saat pelajaran eletronika. Lalu kamu bilang kamu sedih melihatnya, aku harus membacanya di rumah, sendiri, diiringi lagu Jikustik – Setia. Dan aku baru sadar bahwa kamu serius. Sangat serius.

Bagaimana seseorang bisa seserius kamu tapi menandatangi surat sebagai Mr. Meong dengan menggambar kucing di surat cinta itu? Masih ingat kah kamu menulis semua itu dengan pensil dan memberikan pertanyaan pilihan ganda di bawah.ย Tulismu, “Apakah kamu menyukaiku?”

A. Suka.

B. Sangat Suka.

C. Sangat-sangat suka.

D. Suka sekali.ย 

Saat itu aku tidak membalas apa-apa dan 15 tahun setelahnya aku belum pernah menjawab pertanyaanmu. Sekarang aku akan memilih c.

Aku sangat-sangat suka kamu, saat terakhir melihatmu 5 tahun lalu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Kubaca-baca ulang suratmu saat aku senang, sedih dan kangen kamu.

Kenapa kita tidak bisa bersama? Dari dulu, sekarang dan nanti?

 

Dari aku,

Perempuan yang selalu suka kamu.

Advertisements

2 thoughts on “Mr. Meong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s