Cinta yang Salah

Dear,

Masih ingat ini “Lapar. Ga bisa tidur, makan yuk!” ?

Lalu 10 menit kemudian kamu menjemput aku jam 2 malam di kost belakang kampus dan mengajakku makan di warung depan. “Nasi goreng dua!”

Dan kita bercerita. Diam, saat aku merasa kenyang dan kamu pulang dengan muka tersenyum penuh ngantuk.

Begitulah kita, dulu. Setiap malam, melalui ujian, bercerita tentang masa-masa kuliah, cinta, harapan, persahabatan dan hidup.Aku kangen semua itu. Mendengar ceritamu, bermain-main menebak akhir dari cerita cintamu yang tragis dengan cewek campuran Myanmar dan Jawa itu. Lalu terbahak-bahak menertawakan kebodohan dari cerita cintaku. Cerita cinta kita unik, tidak ada yang bisa memahami kita, kecuali dengan menceritakannya.

“Aku merasa bahwa aku tidak pernah menjadi orang yang sabar, bisa menunggu cewek berlama-lama berdandan, menunggunya keluar dari kamar mandi. Entah kenapa, rasa sabar itu muncul ketika bersamanya,” ujarmu dengan senyuman penuh cinta.

“Itu tandanya kamu lagi kena “buta”nya cinta,” lalu aku menyadarkanmu dari balon-balon cinta yang mengelilingi kepalamu.ย 

Dan kamu selalu bilang kepadaku

“Kenapa sih harus pacaran main-main? Kamu nyari pacar yang bener donk.”

Dan aku akan berusaha mengalihkanmu dari topik cinta ke topik kerja. Lalu balik lagi ke topik cinta. Lalu aku alihkan lagi ke topik design. Iya, kalau ngomongin design, kamu susah dialihkan.

Dear,

Untuk semua momen makan malam di tengah pagi buta, untuk semua jemputan, antaran dan kesabaran yang kamu hadepin sama aku, untuk semua rasa kesal, pujian dan kenangan yang terbaik, terima kasih.

Terima kasih sudah mengenalkanku ke dalam duniaku, ke dalam perasaanku.

Tapi bukan untuk siang itu. Bukan ketika kata cinta keluar dari mulutmu sambil menggenggam tanganku. Bukan ketika kamu bilang bahwa ternyata aku yang sabar menghadapi kamu. Bukan aku.

Aku lepaskan kamu. Pergilah menjauh dariku. Pergilah dari diriku. Aku maafkan semua kabar hilang dan menjauhnya dirimu. Aku hiraukan semua kenangan kita untuk bahagiamu, dengan yang lain.

 

Aku,

Cinta yang salah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s