Karena Kamu

“Bila nanti waktuku tidak cukup, maukah kamu menungguku?”

Kamu pernah bertanya kepada ku, “Kenapa aku?”

Dan jawaban dari itu sungguh sangat simple, Sayang, “Kenapa tidak?”

Mengenalmu tidak perlu berlama-lama, karena kamu selalu bilang “IYA” untuk aku. Belanja, makan, shopping, bahkan sekedar menemani ku mengelilingi toko buku, kamu seperti sudah ahli dalam hal itu. Pernah aku mencoba mengajakmu berjalan ke suatu tempat karena aku hanya sekedar penasaran dengan review dari twitter, kamu bersemangat. Seharian bekerja, berputar otak kiri dan kanan, memandang laporan dan laptop, ku rasa, kamu hanya sekedar ingin refreshing. Dan kalau memang itu maksudmu, aku terima. Aku terima semua jawaban ‘iya’ dari setiap ajakanku.

Kamu tahu tidak kalau sabar itu penyakit. Dan kamu punya penyakit menular itu, dan aku sudah terjangkiti. Kamu mampu sabar mendengar beberapa episode omelanku tanpa menekan kata exit atau close. Aku pun jadi tertular dengan penyakit itu. Awalnya aku sabar mengomelimu yang tidak mengerti akan pikiran rumitku. Lama kelamaan, aku jadi belajar bersabar darimu.

Sayang, masih banyak yang aku ingin ungkapkan kenapa. Tapi waktuku tidak cukup lama. 10 menit lagi kamu akan menjemputku. Dan mengantarkanku ke bandara.

Kenapa aku mau jadi pacarmu, jawabannya sangat simple. Kamu menjawab semua iya ku dan mau menunggu ku untuk kembali.

3 bulan lagi Sayang, aku akan kembali dan akan kuberikan seluruh waktuku untukmu.

 

Peluk Cium.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s