Keep Calm and …

I just want to see you, know that you’re fine, see that you’re okay. That’s all. 

Menunggu seperti suatu hal yang sudah biasa, tanpa paksaan, tanpa kata maaf, seperti tak beralasan. Menunggumu, salah satunya. Duduk diam di keheningan malam, beralaskan lantai kotak yang sudah menguning, ditemani oleh kebulan asap dari mulutku. Untuk kesekian kalinya, aku memikirkanmu. Kali ini, aku terima. Aku terima segala yang disajikan oleh pikiranku. Penolakan untuk tidak memikirkanmu seakan memudar seiring waktu.

Apa yang kutunggu? Kedatanganmu? Ceritamu? Pertanyaan-pertanyaan khawatir yang sering kamu sisipkan di setiap candaan? atau hanya kamu?

Aku sedang menerka-nerka semuanya. Jangan kamu bilang aku terlihat santai dengan pikiranku, kepalaku seperti ombak lautan yang bercumbu dengan angin kencang. Tidak ada kata tenang. Kecuali yang keluar dari mulutku.

Suatu saat nanti, akan aku bilang semuanya kepadamu.

Aku baik-baik saja, aku terlihat baik-baik saja, aku mungkin akan baik-baik saja.

Tapi pikiranku pernah tidak baik-baik saja saat memikirkanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s